….
Senangnya hatiku, hari ini kembali mendapatkan semangat kuliahku yang beberapa bulan terakhir tiba – tiba saja sirna entah kemana. Awalnnya sih aku hanya sekedar introspeksi rutin di pagi hari, kemudian sedikit demi sedikit alasan dari hilangnya semangatku terurai seperti benang kusut yang telah ditemukan ujungnya. Read more…
Kartini Oh Kartini…Perjuanganmu Kini…
‘Habis gelap terbitlah terang’
Siapa yang tidak mengenal seorang tokoh pejuang sejati emansipasi wanita di Indonesia. Iya, beliau adalah Raden Ajeng Kartini. Beliau memperjuangkan kesetaraan derajat antara pria dan wanita. Faktanya, perjuangan beliau saat itu telah berhasil menyetarakan gender yang sebelumnya sangat bertolak belakang bagai bumi dan langit.
Tapi, ketika sejenak aku berfikir dan berdialog dengan beberapa orang sahabat wanita yang sudah sangat akrab denganku, aku menemui beberapa fakta yang sangat menarik. Diera emansipasi wanita seperti sekarang ini memang banyak sekali wanita – wanita Indonesia yang berhasil mengembangkan sayapnya dan membuktikan bahwa mereka mampu ‘TERBANG’ seperti yang di cita – citakan Kartini. Namun, dengan pembuktian mereka kepada dunia mereka para wanita semakin berani bertindak semena – mena, bahkan kepada suami maupun orang tuanya sendiri.Padahal aku yakin saat Kartini memperjuangkan mereka, yang beliau inginkan hanyalah wanita Indonesia mempunyai kesamaan derajat dengan pria untuk mendapatkan hak – hak kemanusiaannya namun masih tetap merunduk ketika mendapatkannya.
Disisi lain, sekarang ini wanita dapat dikatakan sebagai objek pemuas. Mereka lebih bebas ber-ekspresi dengan penampilan apapun yang mereka inginkan, bahkan kadang kala terkesan tidak seronoh dan menyalahi kodratnya. Itu juga yang mrnjadi faktor yang mempengaruhi pelecehan terhadap wanita yang ‘katanya’ sudah bebas dan ‘TERBANG’.
Artikel ini aku tulis hanya sekedar intermezo, tergantung anda bagaimana menyikapinya.
-SEKIAN-
Apa Susahnya Tersenyum…
Apa sih susahnya tersenyum?. Huh, pengen banget aku curhat ke sobat sekalian pembaca setia blogku ini. Pagi tadi sebelum aku menulis artikel ini, aku bertemu dengan seorang teman yang terkenal sangat ramah dan murah senyum. Senang sekali ketika bertegur sapa dengannya, selalu saja kata – kata sapaan yang enak didengar keluar dari lisannya.
Setelah berjumpa dengannya, aku berjalan dengan penuh semangat dengan langkah pasti dan akan mencoba untuk menebar senyum kepada setiap orang yang kutemui di jalan. Aku ingin sekali menjadi orang yang dicap mempunyai kepribadian menyenangkan seperti temanku yang murah senyum tadi.
Masih dengan langkah pastiku dan modal senyum di bibirku, aku terus berjalan menyusuri gang – gang sempit yang memang biasa aku lewati saat berangkat menuju tempatku menuntut ilmu. Dalam perjalanan yang terasa panjang dan sedikit melelahkan itu aku bertemu dengan seorang teman lagi yang agaknya sedang mengalami masalah yang sepertinya mustahil baginya untuk menyelesaikannya. Aku tetap saja bertegur sapa dengannya sekalipun aku tahu wajahnya dilipat seperti cucian yang baru saja dicuci. Lalu, begitu kagetnya diriku ketika respon dari temanku begitu tidak mengenakkan. Dia memalingkan muka seperti orang tidak kenal, seketika mood – ku yang bagus berubah menjadi hancur berantakan.
Sobat pembaca sekalian, pernahkah kejadian serupa juga anda alami?. Lalu?, apa yang anda lakukan jika anda mengalaminya?.
Sekedar saran, jika kita mendapatkan masalah yang lumayan berat. Upayakan untuk tidak terlalu menunjukkannya berlebihan kepada orang lain. Karena, bukan solusi yang akan diberikan orang lain kepada kita malahan orang lain akan merasa sedikit canggung untuk memberikan pendapatnya untuk membantu kita, atau yang paling tepat orang lain akan merasa ragu untuk menyumbangkan saran.
- SEKIAN -
Fantastic Four for Fantastic Family
Mungkin pembaca sekalian telah menyadari kalau keluarga merupakan lingkungan pembelajuaran yang paling utama. Hampir semua tingkah laku manusia mencerminkan keadaan keluarganya, meskipun tidak selamanya seperti itu. Pada suatu kesempatan, aku menyaksikan tayangan televisi tentang motivasi ala ‘SEFT total solution’ dengan pembicara Founder Seft sendiri (Mas Fais – Ahmad Faiz Zainudin).
Sangat menarik sekali, aku mengutip beberapa point yang sangat penting dari tayangan tersebut yaitu megelola keluarga dengan metode fantastic four. Wow, menurutku ini adalah beberapa hal kecil yang harus dimengerti dan diterapkan oleh setiap kepala keluarga agar mendapatkan keluarga yang harmonis. Apa sajakah keempatnya?, berikut ini adalah sedikit penjabarannya.
- Modeling
Berikan contoh yang baik kepada keluarga, Jadilah orang yang terbaik dalam keluarga anda. Keluarga anda tidak butuh anda menjadi yang sempurna, keluarga anda hanya butuh anda menjadi contoh yang terbaik.
- Mentoring
Jadilah sahabat untuk keluarga anda. Berikan suasana nyaman kepada mereka, bangun komunikasi harmonis dalam keluarga, antara suami / istri dan anak.
- Organizing
Tentukan tujuan dari keluarga anda, luangkan waktu anda minimal 1 hari dalam 1 minggu untuk berkumpu bersama seluruh anggota keluarga untuk membahas hal ini.
- Teaching
Berikan nasihat yang baik untuk keluarga anda. Jika mampu, jadilah teman berbagi (curhat) bagi seluruh anggota keluarga anda. Jadilah orang yang senantiasa mau mendengarkan.
Demikian yang dapat aku sampaikan kembali. Semoga dapat bermanfaat untuk kehidupan kita.
Always Listening, Always Understanding
Baru – baru ini ada sebuah commercial break yang benar – benar menyita perhatianku. Iklan dari suatu perusahaan asuransi yang cukup terkenal. Slogan yang sering kali kita dengar adalah “Always Listening, Always Understanding”, pasti anda sekalian sudah tidak asing lagi kan dengan kalimat sederhana itu. Read more…
Lets Share
Hari yang sangat cerah untuk menulis dan menyampaikan uneg – uneg. Pembaca sekalian, semalam ada seorang teman yang curhat kepadaku tentang masalah rumit yang tengah dihadapinya. Sebut saja namanya Rafi. Si Rafi ini adalah seorang teman yang mencoba menekuni peuntungannya di bidang industri kecil dan perniagaan. Dia mempunyai sedikitnya 4 macam barang yang cukup dinikmati konsumen dari berbagai kalangan. Read more…
Tentang Remaja
Masa kecilku telah berlalu, begitu cepat waktu berputar padahal aku merasa baru kemarin bermain bersama teman – teman semasa kecil di halaman rumah. Kini aku sudah menginjak usia Remaja, masa – masa transformasi mental dan kepribadian dari masa anak – anak menuju masa dewasa. Mencari jati diri, menemukan setiap bakat dan potensi yang ada di dalam diri.


